BUKU BARU “JANGAN KORUPSI ALAM”

3

Buku ini memuat kegemasan para pecinta hamparan Nusantara yang kaya akan sumber daya alam dan bentangan alam yang indah. Kondisi yang semakin memburuk telah membuat para penulis berlatar belakang mahasiswa, aktivis, praktisi dan birokrasi, baik dari dalam negeri maupun mancanegara mencurahkan keprihatinannya dan kemarahannya dalam buku “Jangan Korupsi Alam !”

Buku ini hadir menjadi salah satu referensi ilmu etika kontemporer, yang mendalami ilmu anti korupsi sumber daya alam dan  lingkungan hidup. Etika diyakini sebagai acuan benar dan salah,  namun praktik bersama mewujudkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang baik tanpa korupsi, menjadi wujud budaya yang ditunggu-tunggu. Gerakan bersama untuk menumbuhkan “Generasi Lingkungan Anti Korupsi” menjadi rekomendasi buku ini.

Pada bagian pertama, para penulis menampilkan fenomena konflik dan korupsi terkait pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Dimulai dari kasus konflik sumber daya air, migrasi pasir laut, dan berbagai kasus korupsi yang mengemuka ke publik. Kegemasan Penulis muncul ketika guru besar, pejabat publik dan tokoh berusia lanjut yang muncul sebagai aktor korupsi. Nada nyinyir dan mencemooh Penulis juga tampak, ketika tempat menjijikan, Tempat Pembuangan Akhir Sampah pun menjadi ajang korupsi.

Bagian kedua, para penulis dari mancanegara menyampaikan feno-mena korupsi di negaranya masing-masing. Illegal logging dan korupsi ternyata terjadi di Mozambique, korupsi di sektor tambang emas di Suriname, deforestrasi dan korupsi di Papua New Guinea, dan korupsi sektor kehutanan di Madagaskar. Rupa korupsi di mancanegara tersebut  diharapkan dapat memperkaya pemahaman kasus korupsi di bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup, untuk dapat dicarikan pola  solusi yang terbaik.

Bagian ketiga, beberapa penulis mencoba mencari solusi dalam pencegahan tidak pidana korupsi tersebut, terutama dengan pendekatan pendidikan, revitalisasi local wisdom, pembangkitan kesadaran, dan perlunya membangun  gerakan mental bersama.

Buku ini ditulis dalam koridor akademik, dengan data dan fakta yang dapat tertelusur dan dipertanggungjawabkan. Para penulis sepakat bahwa tujuan penulisan buku ini adalah dalam rangka ikut berkontribusi memperkuat komitmen bersama dalam mencegah, mengurangi dan memberantas korupsi di bidang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia.

Penerbit